Bongkar Muat Dalam Kota, Pemilik Toko dan Dishub Saling Lempar Soal Izin

    0
    8

    Bungo – Truk angkutan semen yang melintasi Jalan Teuku Umar yang mengarah ke Kantor Bupati Bungo, dengan bebasnya melakukan bongkar muat barang di tengah kota.

    Selain menyalahi aturan, akibat masuknya truk ini bisa membuat ketahanan aspal jalan dalam kota rawan hancur, dan menghalangi lajunya kendaraan kecil yang melintasi jalan kota.

    Meskipun Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Bungo telah melayangkan surat edaran terkait larangan angkutan barang memasuki serta melakukan kegiatan bongkar muat di dalam kota. Sepertinya tidak diindahkan oleh pihak yang bersangkutan.

    Surat edaran terkait larangan kendaraan tronton memasuki kota telah diterbitkan, dikarenakan telah siapnya Terminal Tipe A milik Pemda Bungo untuk dilakukan bongkar muat barang.

    Larangan itu berlaku sejak tertanggal 1 Juni 2016 lalu, surat edaran larangan telah disampaikan ke berbagai tempat usaha, dengan tujuan agar terminal bisa berfungsi dengan baik.

    Disebutkan dalam edaran itu, kegiatan bongkar muat jika dilakukan di tegah kota, selain merusak keindahan. Kegiatan tersebut akan menyebabkan kemacetan lalu lintas, sehingga menyebabkan terganggunya arus lalu lintas bagi penguna jalan.

    Saat dijumpai pemilik toko bangunan yang tidak mau disebut namanya mengatakan, bahwa dirinya hanya membeli barang dan tidak tau menahu tentang larangan bongkar muat dalam kota.

    “Saya hanya membeli barang, urusan mobil masuk ke dalam kota yang saya tau itu urusan Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (SPSI) dan Dinas Perhubungan, mereka yang bertanggung jawab dan kami cuma menjalankan sebagai pembeli barang,” katanya.

    Sementara, Plt Kepala Dishub Bungo, Ansori membantah jika pihaknya adanya bekerja sama dengan SPSI mengenai izin truk untuk melakukan bongkar muat dalam Kota Bungo.

    “Saya tegaskan tidak ada sama sekali kami bekerja sama dengan SPSI, apalagi menandatangani izin untuk bongkar muat dalam kota, tapi kami akan cek ke lapangan nanti,” tegas Ansori.

    Darmawan, Anggota DPRD Bungo, menyayangkan sikap sopir truk yang leluasa dan tidak mentaati aturan, menurutnya kegiatan bongkar muat di tengah kota bisa berdampak kepada rusaknya fasilitas pemerintah seperti jalan.

    “Selain menganggu kenyamanan pengendara, angkutan truk tronton tersebut juga bisa membuat jalan rusak, karena kapasitas jalan di tengah kota hanya diperuntukan untuk kendaraan pribadi maupun umum lainnya. Bukan untuk kendaraan barang yang memiliki muatan yang jauh lebih berat,” kata Darmawan.

    Facebook Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here